Senin, pagi hari sekitar pukul
05.00, aku mengantarkan kakakku ke sekolahnya di SMKN 5 JEMBER. Dia akan
mengikuti Prakerin di Pasuruan. Kakakku yang sibuk beres-beres bajunya, aku
tinggalkan untuk sholat subuh dulu. Beberapa menit kemudian, setelah kakakku
selesai beres-beres dia berpamitan kepada ibu untuk berangkat k sekolahnya. Aku
pun juga ikut berpamitan pada ibu (hanya untuk bercanda).
Didepan halaman, kakakku memintaku untuk menyetir sepeda
motornya, tetapi aku tidak mau. Aku dibonceng sama kakak dengan membawa tas
yang berisi baju. Berat memang tasnya, mungkin bukan hanya berisi baju saja.
Ditengah perjalanan, kakak melaju sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.
Beruntung tidak terjadi insiden yang membahayakan.
Beberapa lama kemudian, kami sampai di SMKN 5
JEMBER. Disana sudah banyak bus yang akan berangkat ke berbagai kota. Ketika
kakakku sampai di sekolah, tiba-tiba teman-temannya menghampiri kakakku. Mereka memberitahui bahwa Prakerinnya
dilaksanakan di Jombang. Saat itu, aku meminta untuk langsung pulang karna aku
juga akan sekolah.
Diperjalanan
pulang, helm yang kupakai kacanya aku tutup karna banyak embun yang masuk ke
rongga-rongga kepalaku. Dengan nyaman, kecepatan yang aku lajui saat itu adalah
60km. Saat itu, di daerah SMAN 4 JEMBER hanya sedikit kendaraan yang lewat. Aku
yang menyetir dengan santai, tiba-tiba penglihatanku mengurang. Akhirnya,
kubuka kaca helm yang kupakai itu tanpa mengurangi kecepatan. Serentak aku
langsung kaget, tanpa aku ketahui ternyata di depanku ada sebuah rombong cimol
yang akan ke pasar(kata penjual). Terjadilah
peristiwa hebat: penjual cimol
jatuh ke sungai kecil, rombong cimolnya jatuh ke sepeda motor yang ku kendarai,
kaca rombong cimol mengenai bagian kepalaku tepat pada alis kiri, aku jatuh dan
terseret-seret karna saat itu sepeda motor masih dalam keadaan menyala.
Setelah
kejadian itu selesai, tidak banyak orang yang menolongku. Salah satu dari
mereka yang ku kenali adalah pak Yohanes. Dia adalah warga SMPN 6 JEMBER. aku
pun juga, aku juga murid SMPN 6 JEMBER yang saat itu masih kelas tujuh. Dia
membawaku ke RS.Kaliwates untuk ditangani. Ternyata, lukaku pada bagian alis
kiri harus dijahit, karna kulitnya sudah robek(kata dokter). Selesai aku
ditangani oleh dokter, polisi juga datang untuk meminta keterangan. Aku takut,
aku sedih, aku sudah tidak kuat dan rasanya ingin menutup mata. Akhirnya,
polisi menenangkanku kemudian memberikan beberapa pertanyaan mengenai aku dan
sepeda motor yang kupakai saat kecelakaan itu terjadi.
Anehnya,
sebelum aku mengalami kecelakaan itu, pada malam harinya yaitu hari minggu
malam senin aku bermimpi. Mimpinya sama persis dengan kecelakaan yang kualami.
Aku bermimpi mengalami kecelakaan didepan sekolahku sendiri kemudian di tolong
oleh orang, namun aku tidak mengenali orang tersebut. Kemudian, aku dibawa ke
rumah sakit yang sama yaitu RS.Kaliwates. Disitu, aku dimarahi, dicaci,
dibentak, disuruh jawab gak jawab.
Sampai sini, mimpi itu hilang dan aku bangun dari tidurku.
(kata orang), jka bermimpi, lalu mimpi itu dicritakan pada
orang banyak maka mimpi itu jadi kenyataan. Tetapi anehnya , mimpi yang kualami
ini, saat itu tidak ada yang tahu. Namun, bisa jadi nyata juga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar